UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) yang bernaung di
bawah organisasi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 1972 mendirikan
World Heritage Committee (WHC) yang menentukan berbagai tempat di dunia yang dianggap
layak untuk masuk ke dalam World Heritage Sites (Situs Warisan Dunia). Dan ada 8 Situs
Warisan Dunia di Indonesia yang ditetapkan oleh World Heritage Committee.
Tiap tahun, komisi ini mengadakan pertemuan untuk memilih keajaiban alam atau buatan
manusia yang membutuhkan perlindungan dan menganggap tempat-tempat itu sebagai area
yang harus dilestarikan. Sejak daftar situs warisan dunia disusun lebih dari 40 tahun yang lalu,
kini sudah ada 980 situs dari 160 negara di seluruh dunia.
1. Komplek Candi Borobudur
manusia yang membutuhkan perlindungan dan menganggap tempat-tempat itu sebagai area
yang harus dilestarikan. Sejak daftar situs warisan dunia disusun lebih dari 40 tahun yang lalu,
kini sudah ada 980 situs dari 160 negara di seluruh dunia.
1. Komplek Candi Borobudur
Wajar saja jika candi Borobudur masuk ke
dalam daftar Situs Warisan Dunia.
Candi Borobudur merupakan tempat pemujaan terbesar bagi para penganut agama Buddha.
WHC menetapkan Candi Borobudur, Candi
Mendut, dan Candi Pawon masuk ke dalam
satu komplek candi Borobudur. Ketiga candi
tersebut berada dalam satu tarikan garis lurus
yang menyimbolkan bahwa ketiga candi itu
memiliki hubungan khusus, meski tidak
dibangun dalam waktu yang bersamaan.
Komplek Candi Borobudur masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 1991.
2. Taman Nasional Komodo
Situs Warisan Dunia di Indonesia yang ini juga
masuk ke dalam daftar pada tahun 1991.
Taman Nasional Komodo yang memiliki luas
1.733 kilometer persegi (603 meter persegi merupakan daratan), di dalamnya juga
termasuk Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau
Rinca, dan 26 pulau kecil lainnya. Taman
nasional yang didirikan pada tahun 1980 ini
awalnya hanya dijadikan sebagai tempat
pelestarian hewan Komodo (Varanus
komodoensis), tapi kini juga melestarikan
hewan lain, termasuk hewan laut. Habitat Komodo sendiri dibatasi di Pulau Komodo, Pulau
Rinca, Gili Motang, dan Flores. Komodo dapat tumbuh hingga mencapai panjang 3 meter dan
berat mencapai 70 kilogram.
3. Komplek Candi Prambanan
Satu lagi candi di Indonesia yang masuk ke
dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun
1991 adalah Komplek Candi Prambanan yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa
Tengah. Prambanan merupakan candi agama
Hindu terbesar yang dibangun untuk memuja
Dewa Shiwa, Wishnu, dan Brahma di Indonesia. Selain tiga bangunan utama candi, di sekitar Prambanan juga terdapat ratusan candi-candi
lain seperti Candi Ratu Boko yang dikaitkan
dengan legenda Roro Jonggrang, termasuk
pula Candi Sewu, Candi Bubrah, dan Candi Lumbung.
4. Taman Nasional Ujung Kulon
Di ujung barat pulau Jawa, tepatnya di Provinsi Banten, terdapat area seluas 1.206 km persegi
yang menjadi bagian dari Taman Nasional
Ujung Kulon. Taman Nasional Ujung Kulon
adalah satu-satunya suaka bagi Badak Jawa,
yang saat ini diperkirakan tinggal berjumlah
kurang lebih cuma 35 ekor. Taman nasional ini
juga merupakan tempat pelestarian 57 spesies tumbuhan langka, 35 spesies mamalia
termasuk Banteng, Lutung Budeng, Owa Jawa,
Macan Tutul Jawa, dan Pelanduk Jawa. Di
taman nasional ini juga tercatat ada sekitar 72 spesies reptil dan amfibi, serta 240 spesies
burung dan unggas. Gunung Krakatau, Pulau Panaitan, dan Pulau Peucang di Selat Sunda juga termasuk ke dalam area Taman Nasional Ujung Kulon. Pada tahun 2005, kawasan ini juga
dinobatkan sebagai Taman Warisan ASEAN.
yang menjadi bagian dari Taman Nasional
Ujung Kulon. Taman Nasional Ujung Kulon
adalah satu-satunya suaka bagi Badak Jawa,
yang saat ini diperkirakan tinggal berjumlah
kurang lebih cuma 35 ekor. Taman nasional ini
juga merupakan tempat pelestarian 57 spesies tumbuhan langka, 35 spesies mamalia
termasuk Banteng, Lutung Budeng, Owa Jawa,
Macan Tutul Jawa, dan Pelanduk Jawa. Di
taman nasional ini juga tercatat ada sekitar 72 spesies reptil dan amfibi, serta 240 spesies
burung dan unggas. Gunung Krakatau, Pulau Panaitan, dan Pulau Peucang di Selat Sunda juga termasuk ke dalam area Taman Nasional Ujung Kulon. Pada tahun 2005, kawasan ini juga
dinobatkan sebagai Taman Warisan ASEAN.
5. Sangiran
Situs Warisan Dunia yang satu ini bisa dibilang
cukup unik dan amat penting bagi dunia
arkeologi dan antropologi. Di Sangiran, Jawa
Tengah, ada area seluas 56 km2 yang oleh
para arkeolog dunia dianggap sebagai situs terpenting untuk mempelajari fosil manusia.
Situs Sangiran ini ditemukan oleh Eugene
Dubois pada tahun 1883. Tapi baru pada tahun
1936 sampai 1941, diawali oleh antropolog
Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald,
ditemukan leluhur pertama manusia yaitu Phitecanthropus erectus. Fosil yang dikenal dengan nama Manusia Jawa ini kemudian
mendapatkan nama Homo Erectus. Selain itu, ditemukan pula fosil manusia berukuran besar
yang disebut Meganthropus. Pemerintah Indonesia pada tahun 1977 menetapkan area
Sangiran sebagai daerah cagar budaya dan UNESCO menetapkan Sangiran sebagai
Situs Warisan Dunia pada tahun 1996.
6. Taman Nasional Lorentz
Di ujung Timur Indonesia, area Taman Nasional Lorentz dimasukkan ke dalam daftar Situs
Warisan Dunia pada tahun 1999. Taman
Nasional Lorentz seluas 2,35 juta hektar
merupakan area perlindungan terluas di Asia
Tenggara. Kawasan ini merupakan salah satu
dari tiga kawasan di dunia yang mempunyai
gletser di daerah tropis. Saking luasnya taman nasional ini, masih banyak daerah yang belum dieksplorasi dan dipetakan. Di sini juga
terdapat Gunung Cartenz dengan Puncak Jaya
yang merupakan gunung tertinggi ke-9 di dunia. Lorentz juga dianggap sebagai salah satu taman nasional dengan ekologi paling beragam di
dunia. Dengan 630 spesies burung, 123 spesies mamalia, serta ratusan spesies ikan, maka
tidak heran kalau Lorentz patut untuk dijaga dan dilestarikan.
7. Hutan Hujan Tropis di Sumatera
Tiga taman nasional, yaitu Taman Nasional
Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat
dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
menjadi bagian dari daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2004. Area dengan total
luas 25.951 kilometer persegi ini mewakili area hutan yang penting keberadaannya
bagi Pulau Sumatera, karena keanekaragaman hayati, serta hutan dataran dan pegunungan.
Selain itu ketiga area ini merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan dan berbagai
keindahan alam di dalamnya, seperti Danau Gunung Tujuh (danah tertinggi di Asia Tenggara)
dan Gunung Kerinci menambah pentingnya area hutan hujan tropis ini. Di ketiga taman nasional
ini di dalamnya terdapat sekitar 50% dari total varietas tanaman di Sumatera. Dan di ketiga
area ini terdapat bunga terbesar di dunia (Rafflesia arnoldi) dan bunga tertinggi di dunia
(Amorphallus titanium).
8. Sistem Subak di Bali
Nama resmi Situs Warisan dunia yang baru
masuk ke daftar UNESCO pada tahun 2012
adalah Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy (Lansekap Budaya Provinsi
Bali: Sistem Subak sebagai Perwujudan
Filosofi Tri Hita Karana).
Sistem irigasi Subak yang sudah digunakan di
Bali sejak lebih dari 1.000 tahun yang lalu
merupakan sistem ekologi tradisional yang
membuat masyarakat agraris di Bali tidak
melupakan Tri Hita Karana, yaitu hubungan antara manusia, bumi, dan para dewa.